Fashion Celana
Semangat pagi….kali ini DuBaKi akan berbagi mengenai celana. Bagaimana sih penggunaan celana yang baik?? Yang seperti apa sih celana yang seharusnya kita pakai sehari-hari?? Kali ini DuBaKi akan menjelaskan celana yang seperti apa yng seharusnya kita pakai sehari-hari.Mungkin seperti yang kita tahu bahwa sebagian orang di lingkungan kita ataupun di sekitar kita ada yang memakai celana di bawah mata kaki. Biasanya orang yang memakai celana tersebut sering di ledek atau menggelari celana tersebut dengan celana kebanjiran yah..heheNah apakah celana tersebut baik kita pakai sehari-hari?? Apakah Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan mengenakan pakaian kaya begitu atau tidak??Penampilan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dengan celana setengah betis.Ternyata perlu diketahui bahwa celana di atas mata kaki itu ialah sunnah dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nah kita baru tahu kan??hehe. Tapi perlu di ketahui juga bahwasannya Hal ini itu di khususkan bagi laki-laki saja, sedangkan wanita diperintahkan untuk menutup telapak kakinya. Kita dapat melihatbahwa ternyata pakaian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berada di atas mata kaki sebagaimana dalam keseharian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dari AL-Asy’ats bin Sulaim, ia berkata :سَمِعْتُ عَمَّتِي ، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ : « اِرْفَعْ إِزَارَكَ ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ مَلْحَاءُ) قَالَ : « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِSaya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’ Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata,”Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai teladan?” Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua betisnya.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Muhammadiyyah, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)Dari Hudzaifah bin Al Yaman, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang salah satu atau kedua betisnya. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,هَذَا مَوْضِعُ الإِزَارِ فَإِنْ أَبِيْتَ فَأَسْفَلَ فَإِنْ أَبِيْتَ فَلاَ حَقَّ لِلإِْزَارِ فِي الْكَعْبَيْنِ“Di sinilah letak ujung kain. Kalau engkau tidak suka, bisa lebih rendah lagi. Kalau tidak suka juga, boleh lebih rendah lagi, akan tetapi tidak dibenarkan kain tersebut menutupi mata kaki.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, hal.70, Syaikh Al Albani berkata bahwa hadits ini shohih)Nah dari kedua hadits ini kita tahu donk bahwa celana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu yah berada di atas mata kaki sampai pertengahan betis bahkan. Maka boleh bagi mereka kaum laki-laki menurunkan celananya, namun dengan syarat tidak sampai menutupi mata kaki. Ingatlah…Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai teladan terbaik bagi kita dan bukanlah Artis tampan dan cantik, Model, Professor, Doctor atau bahkan seorang master yang di jadikan teladan. Allah SWT berfirman,لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab [60] : 21)
