Pakaian Dan Perhiasan Dalam Islam

Selamat pagi...
    Blog Dunia Baju Kita kembali hadir untuk mencoba berbagi atau saling share informasi mengenai fashion tentunya. Jikalau sebelumnya Dunia Baju Kita berbagi informasi mengenai aturan ataupun adab dalam berpakaian kali ini Dunia Baju Kita akan mencoba berbagi informasi mengenai pakaian dan perhiasan dalam islam.
    Islam memperkenankan kepada setiap muslim bahkan memerintahkan supaya gerak tubuh kita selalu baik, enak dipandang dan hidupnya di atur dengan rapi untuk dapat menikmati pakaian dan perhiasan yang tentunya diciptakan oleh sang maha pencipta Allah SWT.
Seperti yang kita ketahui dalam aturan islam yang pernah di bahas di artikel sebelumnya bahwa tujuan ataupun fungsi dari pakaian itu ialah sebagai penutup aurat kita dan berhias supaya enak dipandang. Ini adalah pemberian Allah kepada umat manusia seluruh dan seutuhnya, dimana Allah itu telah menyediakan untuk kita umat manusia suatu pakaian dan perhiasan untuk kita kenakan demi menutupi aurat dan menjaga diri kita dari penyakit..Subhanallah...
    Maka Allah SWT Berfirman :
"Hai anak-cucu Adam! Sungguh Kami telah menurunkan untuk kamu pakaian yang dapat menutupi aurat-auratmu dan untuk perhiasan." (al-A'raf: 26)
 Nah kalau kita lihat ayat di atas bahwa berpakaian dan berhias itu ialah suatu kewajiban bagi semua umat islam bahkan seluruh umat manusia dan itu ialah suatu perintah yang sangat wajib kita kerjakan jika ingin mendapatkan kampung yang didambakan setiap umat yaitu kampung syurga. karena kan barang siapa yang mengabaikan kedua perkara diatas berpakaian ataupun berhias untuk menutupi auratnya berarti orang tersebut menyimpang dari ajaran islam dan mengikuti jejak syeitan.
 Dan karena itu Allah SWT Berfirman :

"Hai anak-cucu Adam! Jangan sampai kamu dapat diperdayakan oleh syaitan, sebagaimana mereka telah dapat mengeluarkan kedua orang tuamu (Adam dan Hawa) dari sorga, mereka dapat menanggalkan pakaian kedua orang tuamu itu supaya kelihatan kedua auratnya." (al-A'raf: 27)
 
"Hai anak-cucu Adam! Pakailah perhiasanmu di tiap-tiap masjid dan makanlah dan minumlah tetapi jangan berlebih-lebihan (boros)." (al-A'raf: 31)

    Seperti yang kita bahas sebelumnya dan kami tegaskan kembali bahwa Islam itu mewajibkan kepada setiap muslim supaya menutup aurat, dimana setiap manusia yang berbudaya sesuai dengan fitrahnya akan malu kalau auratnya itu terbuka. Sehingga dengan demikian akan berbedalah manusia dari binatang yang telanjang.

     Bahkan Bahaz bin Hakim dari ayahnya dari datuknya menceriterakan, kata datuknya itu:
"Ya, Rasulullah! Aurat kami untuk apa harus kami pakai, dan apa yang harus kami tinggalkan? Jawab Nabi. 'Jagalah auratmu itu kecuali terhadap isterimu atau hamba sahayamu.' Aku bertanya lagi: 'Ya, Rasulullah! Bagaimana kalau suatu kaum itu bergaul satu sama lain?' Jawab Nabi, 'Kalau kamu dapat supaya tidak seorang pun yang melihatnya, maka janganlah dia melihat.' Aku bertanya lagi: 'Bagaimana kalau kami sendirian?' Jawab Nabi, 'Allah tabaraka wa Ta'ala, lebih berhak (seseorang) malu kepadaNya." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi, Ibnu Majah, Hakim dan Baihaqi)